Kekuatan pemilih perempuan yang sangat besar menjadi perhatian khusus BP Pemilu. Untuk itu, strategi pendekatan khusus melalui para “Srikandi Banteng” (kader perempuan PDI Perjuangan) terus dioptimalkan.
Para kader perempuan ini bergerak melalui pendekatan kultural dan komunitas, seperti kelompok pengajian, arisan warga, hingga komunitas UMKM ibu rumah tangga. Cara ini dianggap lebih ampuh untuk membangun kepercayaan pemilih perempuan.
“Perempuan memilih dengan hati dan rasionalitas kebutuhan rumah tangga. Kader-kader perempuan kita di BP Pemilu mampu berkomunikasi dengan bahasa ibu yang menyentuh, menjelaskan program partai yang pro-keluarga dan pro-perempuan,” ungkap Wakil Ketua Bidang Perempuan.
